Jumat, 09 Oktober 2015

Paragraf Deduktif, Induktif dan Campuran

Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi, yaitu memaparkan hal umum terlebih dahulu kemudian menjabarkan hal – hal khusus. Dengan kata lain paragraf ini meletakkan gagasan utamanya pada kalimat utama di awal paragraf. 

Contoh:
Terdapat tiga masalah penyebab kemacetan lalu lintas di jalan raya yang sudah diketahui oleh semua orang. Pertama, laju pertumbuhan kendaraan yang sangat cepat. Kedua, pertumbuhan infrastruktur jalan yang sangat kecil. Ketiga, faktor perilaku masyarakat yang kurang dalam mematuhi peraturan lalu lintas.

Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah suatu paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi, yaitu dengan cara menjabarkan hal – hal khusus terlebih dahulu dan kemudian disimpukan menjadi suatu hal yang umum. Dengan kata lain, paragraf deduksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pola paragraf ini biasanya dipakai dalam paragraf generalisasi, sebab – akibat, akibat – sebab, dan analogi.

Contoh:
Dalam sebatang rokok mengandung sekitar 4000 macam zat kimia. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok. Dari sekitar 4000 macam zat kimia yang ada dalam rokok, setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Karena tar bisa memicu sel-sel kanker pada paru-paru untuk berkembang. Karbon monoksida bisa membuat tubuh menjadi cepat lelah. Nikotin yang ada pada rokok akan mempengaruhi otak untuk terus mengkonsumsi rokok, sehingga membuat perokok susah untuk menghentikannya. Oleh karena itu, merokok sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia.

Paragraf Campuran
Paragraf campuran adalah gabungan dari pola deduksi dan induksi, yaitu dengan menyampaikan gagasan utama terlebih dahulu, kemudian dijabarkan hal khusus, lalu disimpulkan kembali dengan hal umum. Dengan kata lain, paragraf ini memiliki gagasan utama pada paragraf utama yang diletakkan di bagian awal dan akhir paragraf.

Contoh:
Jerawat adalah salah satu masalah wajah bagi para perempuan. Apabila seorang perempuan mengetahui dirinya berjerawat maka kepercayaan dirinya akan berkurang. Timbulnya jerawat disebabkan pola makan yang kurang tepat, menggunakan alat kosmetik secara berlebihan, terlalu sering menyentuh kulit wajah, kurang tidur, dan lupa membersihkan kulit wajah dimalah hari. Cara mencegah jerawat adalah dengan mengkonsumsi timun, teh hijau, cokelat hitam, dan minyak zaitun. Itulah masalah wajah yaitu jerawat yang sering dialami oleh para perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar