Sabtu, 07 Desember 2013

Menulis Essai Robohnya Surau Kami

Robohnya  Iman

Iman adalah bentuk kepercayaan seorang hamba kepada sang pencipta. Bagi umat islam, iman kepada sang pencipta atau iman kepada Allah SWT merupakan rukun iman yang pertama. Ini artinya setiap umat islam harus meyakini akan adanya Allah SWT baik itu berupa sifatnya atau ciptaannya.
Beriman kepada Allah tidak hanya meyakini akan keberadaannya saja, tetapi kita harus mengaplikasikan keimanan kita dalam kehidupan sehari-hari seperti beribadah, melakukan kebaikan dengan tidak ada maksud menginginkan pujian dari orang lain dan hanya mengharapkan ridha dari Allah serta menjauhi segala hal yang dilarang.
Keimanan manusia muncul dari dalam hatinya setelah manusia itu mengerti akan keimanan itu sendiri dengan pendidikan agama. Seseorang mengaku beragama islam dan mempercayai akan adanya Allah SWT sebagai sang pencipta dan sebagai panutan serta tuhan yang patut kita sembah tetapi tidak melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah maka orang tersebut tidak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman.
Seseorang dikatakan beriman jika mereka meyakini tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada sekutu baginya serta dapat menahan diri dari godaan setan dan mampu menjaga pandangan, ucapan, perbuatan yang dilarang oleh Allah, selalu mendekatkan diri kepada Allah dan sesama manusia dan melakukan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Allah menciptakan manusia di muka bumi ini untuk menjadi khalifah atau pemimpin bagi semua makhluk yang ada di bumi. Baik menjadi pemimpin bagi orang lain ataupun pemimpin bagi dirinya sendiri.
Seperti dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis yang menceitakan kehidupan seorang kakek penjaga surau. Dia hidup seorang diri dan menghabiskan waktunya dengan beribadah kepada Allah dengan maksud agar mendapat balasan surga. Tetapi yang dia kerjakan tidaklah mencerminkan seorang yang benar-benar beriman dia rela mengakhri hidupnya dengan membunuh dirinya sendiri akibat dari ucapan ajo sidi sang pembual. Dia takut akan azab allah yang telah memerintahkan manusia untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat  karena manusia merupakan khalifah di bumi ini serta menjalankan ibadah dengan ikhlas dan tidak karena ingin mendapatkan surga tetapi ingin mendapatkan ridha Allah SWT. Inilah salah satu bukti seseorang yang beriman tidak didasari rasa ikhlas dan ingin mendapatkan keridhaan dari Allah, mereka beribadah hanya karena takut akan azab allah di neraka tanpa memikirkan nasib orang lain dan nasib lingkungan sekitar.
Ibarat sebuah pohon, iman adalah akarnya dan jika pohon tidak memiliki akar maka robohlah pohon itu. Sama halnya dengan seseorang yang tidak memiliki iman maka hancurlah kehidupannya.

Cerpen             : Robohnya Surau Kami
Karya              : A.A. Navis