Robohnya Iman
Iman
adalah bentuk kepercayaan seorang hamba kepada sang pencipta. Bagi umat islam,
iman kepada sang pencipta atau iman kepada Allah SWT merupakan rukun iman yang
pertama. Ini artinya setiap umat islam harus meyakini akan adanya Allah SWT
baik itu berupa sifatnya atau ciptaannya.
Beriman
kepada Allah tidak hanya meyakini akan keberadaannya saja, tetapi kita harus
mengaplikasikan keimanan kita dalam kehidupan sehari-hari seperti beribadah,
melakukan kebaikan dengan tidak ada maksud menginginkan pujian dari orang lain
dan hanya mengharapkan ridha dari Allah serta menjauhi segala hal yang
dilarang.
Keimanan
manusia muncul dari dalam hatinya setelah manusia itu mengerti akan keimanan
itu sendiri dengan pendidikan agama. Seseorang mengaku beragama islam dan mempercayai
akan adanya Allah SWT sebagai sang pencipta dan sebagai panutan serta tuhan
yang patut kita sembah tetapi tidak melaksanakan segala sesuatu yang
diperintahkan oleh Allah maka orang tersebut tidak bisa dikatakan sebagai orang
yang beriman.
Seseorang
dikatakan beriman jika mereka meyakini tidak ada tuhan selain Allah dan tidak
ada sekutu baginya serta dapat menahan diri dari godaan setan dan mampu menjaga
pandangan, ucapan, perbuatan yang dilarang oleh Allah, selalu mendekatkan diri
kepada Allah dan sesama manusia dan melakukan tugasnya sebagai khalifah di muka
bumi ini. Allah menciptakan manusia di muka bumi ini untuk menjadi khalifah
atau pemimpin bagi semua makhluk yang ada di bumi. Baik menjadi pemimpin bagi
orang lain ataupun pemimpin bagi dirinya sendiri.
Seperti
dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis yang menceitakan kehidupan
seorang kakek penjaga surau. Dia hidup seorang diri dan menghabiskan waktunya
dengan beribadah kepada Allah dengan maksud agar mendapat balasan surga. Tetapi
yang dia kerjakan tidaklah mencerminkan seorang yang benar-benar beriman dia
rela mengakhri hidupnya dengan membunuh dirinya sendiri akibat dari ucapan ajo
sidi sang pembual. Dia takut akan azab allah yang telah memerintahkan manusia
untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat karena manusia merupakan khalifah di bumi ini
serta menjalankan ibadah dengan ikhlas dan tidak karena ingin mendapatkan surga
tetapi ingin mendapatkan ridha Allah SWT. Inilah salah satu bukti seseorang
yang beriman tidak didasari rasa ikhlas dan ingin mendapatkan keridhaan dari
Allah, mereka beribadah hanya karena takut akan azab allah di neraka tanpa
memikirkan nasib orang lain dan nasib lingkungan sekitar.
Ibarat
sebuah pohon, iman adalah akarnya dan jika pohon tidak memiliki akar maka
robohlah pohon itu. Sama halnya dengan seseorang yang tidak memiliki iman maka
hancurlah kehidupannya.
Cerpen : Robohnya Surau Kami
Karya : A.A. Navis