Pengertian Etika
James J.
Spillane SJ
Etika ialah
mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu
keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan
akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya
serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.
Prof. DR. Franz
Magnis Suseno
Etika merupakan
suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan dan pijakan kepada tindakan manusia.
Soergarda
Poerbakawatja
Etika merupakan
sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya
tindakan dan kesusilaan.
Ahmad Amin
Mengemukakan
bahwa etika merupakan suatu ilmu yang menjelaskan tentang arti baik dan buruk
serta apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, juga menyatakan sebuah tujuan
yang harus dicapai manusia dalam perbuatannya dan menunjukkan arah untuk
melakukan apa yang seharusnya didilakukan oleh manusia.
Aristoteles
Mengemukakan
etika kedalam dua pengertian yakni: Terminius
Technicus & Manner and Custom. Terminius Technicus ialah
etika dipelajari sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu problema
tindakan atau perbuatan manusia. Sedangkan yang kedua yaitu, manner and
custom ialah suatu pembahasan etika yang terkait dengan tata cara & adat
kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang
sangat terikat dengan arti “baik & buruk” suatu perilaku, tingkah laku atau
perbuatan manusia.
Prinsip-Prinsip Etika
Berdasarkan buku
yang berjudul “The Great Ideas” yang diterbitkan pada tahun 1952, dalam buku
tersebut diringkas menjadi 6 prinsip dan merupakan landasan prinsipil dari
etika. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
Prinsip
Keindahan
Prinsip ini
didasari pada rasa senang terhadap keindahan, ada yang mengatakan bahwa
hidup dan kehidupan manusia itu adalah keindahan. Maka dari itu etika manusia
berkaiatan atau mencakup nilai-nilai keindahan.oleh karena itu kita sebagai
manusia memerlukan penampilan yang serasi dan indah atau enak dipandang mata
dalam berpakaian,dan menggunakannya pada waktu yang tepat, bukankah tidak etis
bila seseorang memakai gaun ke kantor atau tidak memakai sepatu kekantor bahkan
tidak sepatutnya seseorang menghadapi tamunya dengan menggunakan pakaian tidur.
Prinsip Persamaan
Menghendaki
adanya persamaan antara manusia yang satu dengan yang lain merupakan hakekat
kemanusiaan. Setiap manusia yang dilahirkan kebumi masing-masing memiliki hak
dan kewajiban, pada dasarnya manusia memiliki derajat yang sama
dengan manusia lainnya.
Prinsip Kebaikan
Pada umumnya
kebaikan berarti sifat dari sesuatu yang mengakibatkan pujian. Perkataan yang
baik mengadung sifat seperti persetujuan, pujian, keunggulan, kekaguman, atau
ketetapan, makanya prinsip kebaikan sangat erat kaitannya dengan hasrat dan
cinta. Misalnya jika kita menginginkan kebaikan dari suatu ilmu pengetahuan
maka kita akan mengandalkan obyektivitas ilmiah, pengetahuan,rasionalis, maka
yang diperlukan adalah sikap sadar hukum. Jadi prinsip kebaikan adalah prinsip
universal.
Prinsip Keadilan
Keadilan adalah
kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang
semestinya. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak
adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang
lain.
Prinsip Kebebasan
Kebebasan muncul
dari doktrin bahwa setiap orang memiliki hidupnya sendiri serta memiliki hak
untuk bertindak menurut pilihannya sendiri, kecuali jika pilihan tersebut
melanggar kebebasan dari orang lain. kebebasan manusia adalah kemampuan untuk
menentukan sendiri,kesanggupan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, syarat
yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta
kosekuensi dari pilihan itu sendiri. Oleh karena itu tidak ada kebebasan tanpa
tanggung jawab dan tidak ada tanggung jawab tanpa kebebasan. semakin besar
kebebasan yang kita miliki semakin besar pula tanggung jawab yang kita pikul.
Pinsip Kebenaran
Ide kebenaran
sering kita pakai dalam pembicaraan mengenai logika ilmiah, sehingga kita
mengenal kriteria kebenaran dalam berbagai ilmu, contoh matematika, tapi ada
juga kebenaran mutlak yang dapat dibuktikan dengan keyakinan, bukan dengan
fakta yang ditelaah oleh teologi dan ilmu agama. Kebenaran harus dapat
ditunjukkan dan dibuktikan agar masyarakat merasa yakin dengan kebenaran.
Basis Teori Etika
- -
Etika Teleologi
Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu telos
yang memiliki arti tujuan. Dalam hal mengukur baik buruknya suatu tindakan
yaitu berdasarkan tujuan yang akan dicapai atau berdasarkan akibat yang
ditimbulkan dari tidakan yang telah dilakukan. Dalam tori teleologi terdapat
dua aliran, yaitu:
· Egoisme
etis : Inti pandangan dari egoisme adalah
tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan
pribadi dan memajukan diri sendiri.
Contoh
: Anto yang selalu bekerja keras di dalam perusahaan untuk mengejar posisi yang
tertinggi.
·
Utilitarianisme
: Berasal dari bahasa Latin yaitu utilis yang memiliki arti bermanfaat. Menurut
teori ini, suatu perbuatan memiliki arti baik jika membawa manfaat bagi seluruh
masyarakat (The greatest happiness of the greatest number).
Contoh
: Andi di desa nya yang membangun koperasi untuk membantu sebagian masyarakat
di desa nya
-
Deontologi
Deontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu deon
yang memiliki arti kewajiban. Jika terdapat pertanyaan “Mengapa perbuatan ini
baik dan perbuatan itu harus ditolak karena buruk?”. Maka Deontologi akan
menjawab “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan arena perbuatan
kedua dilarang”. Pendekatan deontologi sudah diterima oleh agama dan merupakan
salah satu teori etika yang penting.
Contoh : Andi yang beragama islam harus melalukan
ibadah yang sesuai di ajarkan.
-
Teori Hak
Dalam pemikiran moral saat ini, teori hak merupakan
pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu
perbuatan atau perilaku. Teori hak ini merupakan suatu aspek dari teori
deontologi karena berkaitan dengan kewajiban. Hak didasarkan atas martabat
manusia dan martabat semua manusia adalah sama. Oleh karena itu, hak sangat
cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Contoh : Seorang pegawai yang menerima gaji tiap
bulannya sebagai haknya dia
-
Teori Keutamaan
(Virtue)
Dalam teori keutamaan memandang sikap atau akhlak
seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah
diperoleh seseorang dan memungkinkan seseorang untuk bertingkah laku baik
secara moral.
Contoh
: Seorang pemimpin perusahaan yang harus bijak mengambil keputusan di dalam
perusahaan
Egoism
Egoism
merupakan suatu bentuk ketidak adilan kepada orang lain. Inti dari pandangan
egoism adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar
kepentingan pribadi untuk memajukan dirinya sendiri. Hal seperti ini juga dapat
dijadikan satu – satu tujuan dari tindakan moral setiap manusia. Egoism ini
baru menjadi persoalan serius ketika seseorang cenderung menjadi hedoistis,
yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata – mata
sebagai kenikmatan fisik yang bersifat vulgar.
Fokus
dari teori ini adalah One should always act in one’s own best
interest. Self interest berbeda arti denganselfishness karena
memenuhi kepentingan pribadi (self interest) merupakan sesuatu yang baik,
sedangkan selfishness terjadi ketika pemenuhan kepentingan pribadi
merugikan pihak lain.
Egoism tidak cocok dengan kegiatan manusia sebagai
mekhluk sosial. Egoism tidak mampu memecahkan masalah ketika perselisihan
muncul. Contoh egoism sebagai sifat positif :
Egois dalam
mementingkan kepentingan kelompoknya demi kemajuan kredibilitas prestasi
perusahaan. Contoh : Doni lebih mementingkan kepentingan diri sendiri sehingga
kepentingan orang lainnya menjadi diabaikan dan menyebabkan perusahaan
mengalami kerugian yang sangat signifikan.
Sumber: