Minggu, 08 November 2015

Artikel Paragraf Deduktif, Induktif dan Campuran


Judul artikel : Hati-hati, jamur sebabkan kuku kaki rusak

Artikel ini terdapat 6 paragraf. Saya akan mencoba menganalisis artikel “Hati-hati, jamur sebabkan kuku kaki rusak” termasuk kedalam paragraf deduktif, induktif atau campuran. Paragraf deduktif terbagi menjadi 2 yaitu silogisme dan entimen. Paragraf induktif terbagi menjadi 4 yaitu generalisasi, analogi, sebab-akibat, dan perbandingan.

Paragraf pertama
Kuku menjadi bagian estetika tubuh yang tidak dapat dipisahkan dari penampilan seseorang. Namun tak jarang, sebagian orang justru malu menampakkan kuku kakinya karena berbagai masalah, salah satunya adalah kuku yang rusak. Kuku yang rusak, terutama kuku kaki, disebabkan oleh jamur kuku (onikomikosis) dan merupakan masalah yang cukup banyak terjadi.

Menurut saya paragraf pertama masuk ke dalam paragraf induktif karena kalimat utama terletak pada bagian akhir paragraf. Bagian awal paragraf merupakan penjelas dari bagian akhir paragraf. Paragraf ini masuk ke dalam jenis sebab-akibat karena,
Sebab : disebabkan oleh jamur kuku (onikomikosis)
Akibatnya : masalah yang cukup banyak terjadi pada kuku salah satunya kuku kaki yang rusak

Paragraf kedua
Berdasarkan data dari University Hospitals of Cleveland di AS, sekitar 900 juta orang di dunia yang mengalami masalah jamur kuku. Sementara di Indonesia, setidaknya 30 juta orang yang mempunyai masalah yang sama. Angka yang tinggi ini, disebabkan oleh iklim tropis dan gaya hidup yang senang menggunakan sepatu tertutup.

Menurut saya paragraf kedua masuk ke dalam paragraf induktif karena kalimat utama terletak pada bagian akhir paragraf. Bagian awal paragraf merupakan penjelas dari bagian akhir paragraf. Paragraf ini masuk ke dalam jenis sebab-akibat karena,
Sebab : disebabkan oleh iklim tropis dan gaya hidup yang senang menggunakan sepat tertutup
Akibatnya : mengalami masalah jamur kuku

Paragraf ketiga
Ahli Dermatologi, dr. Margaretha Indah Maharani, SpKK menjelaskan bahwa jamur kuku ditandai dengan perubahan warna dan tekstur kuku tersebut. "Kuku yang terinfeksi jamur akan berwarna kuning, burem hingga gelap. Teksturnya pun berubah menjadi meninggi dan tebal serta retak-retak," jelasnya dalam acara peluncuran Emtix di UOB Plaza, Jakarta (11/11).


Menurut saya paragraf ketiga masuk ke dalam paragraf deduktif karena kalimat utama terletak pada bagian awal paragraf. Bagian akhir paragraf merupakan penjelas dari bagian awal paragraf. Paragraf ini termasuk ke dalam jenis silogisme.

Paragraf keempat
Menurut dr. Rani, munculnya jamur di kaki lantaran penggunaan sepatu yang tertutup dalam waktu yang cukup lama. Dengan demikian, kaki menjadi basah dan lembab. Karena, kaki berkeringat dan bergesekan dengan kaus kaki. Akibatnya, aroma tak sedap pun akan muncul jika terkontaminasi dengan bakteri.

Menurut saya paragraf keempat masuk ke dalam paragraf induktif karena kalimat utama terletak pada bagian akhir paragraf. Bagian awal paragraf merupakan penjelas dari bagian akhir paragraf. Paragraf ini masuk ke dalam jenis sebab-akibat karena,
Sebab : penggunaan sepatu yang tertutup dalam waktu yang cukup lama
Akibatnya : aroma tak sedap pun akan muncul juka terkontaminasi dengan bakteri

Paragraf kelima
Ia juga menambahkan, faktor lainnya yang dapat menimbulkan jamur kuku ialah adanya trauma atau pernah luka pada kuku. “Kaki yang pernah terbentur atau tertusuk sesuatu, juga rentan terhadap jamur kuku. Karena adanya bekas luka, sehingga jamur mudah hidup di sana,” ujarnya.

Menurut saya paragraf kelima ini merupakan kalimat penjelas semua, kalimat penjelas dari paragraf keempat.

Paragraf keenam
Untuk menghindari adanya jamur kuku, dianjurkan untuk selalu mengeringkan kaki sebelum memakai sepatu dan mengganti kaus kaki minimal sehari sekali. Sebaiknya, Anda membawa kaus kaki cadangan bila melakukan aktifitas memakai sepatu dalam waktu yang cukup lama, agar kaki tidak lembab karena keringat. “Setelah beraktifitas usahakan untuk mencuci kaki dengan bersih, terutama bersihkan di sela-sela kaki, karena jamur biasanya tumbuh di sela-sela kaki. Setelah itu, lap sampai benar-benar kering dan jangan langsung menggunakan alas kaki. Alas kaki atau sepatu juga perlu diangin-anginkan, agar tidak lembab,” imbuh dr. Rani.

Menurut saya paragraf keenam masuk ke dalam paragraf deduktif karena kalimat utama terletak pada bagian awal paragraf. Bagian akhir paragraf merupakan penjelas dari bagian awal paragraf. Paragraf ini termasuk ke dalam jenis silogisme.

Jumat, 09 Oktober 2015

Paragraf Deduktif, Induktif dan Campuran

Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi, yaitu memaparkan hal umum terlebih dahulu kemudian menjabarkan hal – hal khusus. Dengan kata lain paragraf ini meletakkan gagasan utamanya pada kalimat utama di awal paragraf. 

Contoh:
Terdapat tiga masalah penyebab kemacetan lalu lintas di jalan raya yang sudah diketahui oleh semua orang. Pertama, laju pertumbuhan kendaraan yang sangat cepat. Kedua, pertumbuhan infrastruktur jalan yang sangat kecil. Ketiga, faktor perilaku masyarakat yang kurang dalam mematuhi peraturan lalu lintas.

Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah suatu paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi, yaitu dengan cara menjabarkan hal – hal khusus terlebih dahulu dan kemudian disimpukan menjadi suatu hal yang umum. Dengan kata lain, paragraf deduksi adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Pola paragraf ini biasanya dipakai dalam paragraf generalisasi, sebab – akibat, akibat – sebab, dan analogi.

Contoh:
Dalam sebatang rokok mengandung sekitar 4000 macam zat kimia. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok. Dari sekitar 4000 macam zat kimia yang ada dalam rokok, setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Karena tar bisa memicu sel-sel kanker pada paru-paru untuk berkembang. Karbon monoksida bisa membuat tubuh menjadi cepat lelah. Nikotin yang ada pada rokok akan mempengaruhi otak untuk terus mengkonsumsi rokok, sehingga membuat perokok susah untuk menghentikannya. Oleh karena itu, merokok sangatlah berbahaya bagi kesehatan manusia.

Paragraf Campuran
Paragraf campuran adalah gabungan dari pola deduksi dan induksi, yaitu dengan menyampaikan gagasan utama terlebih dahulu, kemudian dijabarkan hal khusus, lalu disimpulkan kembali dengan hal umum. Dengan kata lain, paragraf ini memiliki gagasan utama pada paragraf utama yang diletakkan di bagian awal dan akhir paragraf.

Contoh:
Jerawat adalah salah satu masalah wajah bagi para perempuan. Apabila seorang perempuan mengetahui dirinya berjerawat maka kepercayaan dirinya akan berkurang. Timbulnya jerawat disebabkan pola makan yang kurang tepat, menggunakan alat kosmetik secara berlebihan, terlalu sering menyentuh kulit wajah, kurang tidur, dan lupa membersihkan kulit wajah dimalah hari. Cara mencegah jerawat adalah dengan mengkonsumsi timun, teh hijau, cokelat hitam, dan minyak zaitun. Itulah masalah wajah yaitu jerawat yang sering dialami oleh para perempuan.